Gresik (Humas) — Sebanyak 113 peserta yang terdiri dari pengelola perpustakaan dan laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengelolaan Pustaka dan Laboratorium IPA di MTs Mambaus Sholihin, Suci, Manyar, Gresik, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Gresik guna meningkatkan standar mutu layanan pendidikan di 163 madrasah tsanawiyah yang tersebar di wilayah Gresik.
Peningkatan mutu pengelolaan fasilitas penunjang belajar menjadi fokus utama dalam pelatihan ini. Melalui tata kelola perpustakaan dan laboratorium IPA yang terstandarisasi, murid diharapkan mendapat ruang eksplorasi keilmuan yang lebih optimal, interaktif, dan relevan dengan perkembangan sains modern.
Ketua Panitia Pelaksana, Pamuji, menyampaikan bahwa diklat ini dirancang khusus untuk merespons kebutuhan penguatan kapasitas tenaga kependidikan di lapangan. Kehadiran 113 peserta tersebut mencerminkan komitmen bersama seluruh elemen KKMTs dalam menghadirkan tata kelola fasilitas belajar yang profesional dan akuntabel di tingkat madrasah tsanawiyah.
Dalam pembukaan kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, menggarisbawahi bahwa kualitas pendidikan madrasah tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana, tetapi juga keberhasilan membangun iklim komunikasi yang harmonis. Menurutnya, keterbukaan hubungan antara pendidik, peserta didik, dan wali murid merupakan kunci utama terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.
"Menjaga keharmonisan antara guru dan wali murid sangat penting agar tercipta suasana pendidikan yang selaras. Selain itu, guru dituntut untuk lebih sering membangun komunikasi aktif dengan siswa serta bersikap sopan dan bijak di media sosial agar tidak memicu konflik maupun menyebarkan berita bohong," ujar Muhammad Ali Faiq.
Ia menambahkan, di era digital saat ini, tenaga pendidik memegang peran kunci sebagai teladan dalam literasi informasi. Oleh karena itu, kemampuan menyaring informasi dan menjauhi penyebaran hoaks harus menjadi integritas diri setiap insan madrasah.
Melalui program peningkatan kompetensi ini, Kementerian Agama Kabupaten Gresik berharap seluruh madrasah tsanawiyah mampu menghadirkan transformasi nyata, baik dari segi profesionalisme layanan perpustakaan dan laboratorium IPA maupun dalam menjaga nilai-nilai etika bermedia sosial di lingkungan masyarakat.