Tingkatkan Kompetensi Guru MI, KKMI Kedamean Pertajam Kompetensi Ragam Kokurikuler

Tingkatkan Kompetensi Guru MI, KKMI Kedamean Pertajam Kompetensi Ragam Kokurikuler

Gresik, 2 Juli 2026



Akselerasi mutu pendidikan di Kabupaten Gresik memasuki babak baru melalui standardisasi kompetensi digital para tenaga pendidik. Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Kedamean menginisiasi lokakarya intensif guna mempersiapkan para guru mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) sekaligus mematangkan sistem pembelajaran kokurikuler. Langkah nyata ini diambil untuk memastikan lulusan madrasah memiliki daya saing global yang tinggi namun tetap berpijak pada fondasi moral yang kokoh.



Pelatihan yang berlangsung secara maraton selama tiga hari di Aula Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Gresik ini memfokuskan pembekalan pada dua pilar utama, yakni penyusunan proyek kokurikuler yang terencana dan penerapan praktis ekosistem digital di ruang kelas. Sebanyak 183 guru madrasah ibtidaiyah se-Kecamatan Kedamean terlibat aktif sebagai peserta. Partisipasi berskala besar ini menjadi indikator kuat tingginya komitmen para pengajar lokal untuk mentransformasi metode pembelajaran konvensional menuju basis digital yang interaktif dan berorientasi pada kebutuhan masa depan siswa.



Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, saat membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa guru memegang peranan krusial sebagai penentu arah dan pembentuk karakter generasi muda. Di tengah banjir informasi digital, ketelatenan serta integritas seorang guru menjadi jangkar utama bagi anak didik.



"Tugas bapak dan ibu guru memang tidak mudah untuk mengantarkan anak-anak ke jalan yang benar. Peran guru ibarat membawa sebuah jarum untuk memintal menjadi benang dan kain, kemudian menjadikannya sebagai baju. Bapak dan ibu guru harus menjadi seorang motivator, pembawa obor atau lilin di tengah kegelapan. Namun, jangan sampai cahaya yang diberikan justru membakar diri sendiri," ujar Muhammad Ali Faiq.



Sejalan dengan arahan tersebut, Ketua Kelompok Kerja Pengawas Madrasah Kantor Kemenag Gresik, Mulyono, yang hadir sebagai narasumber utama membedah urgensi teknis mengenai regulasi, tantangan, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan di madrasah. Ia menekankan bahwa teknologi harus diletakkan sebagai alat bantu strategis untuk meningkatkan efisiensi kerja guru, bukan untuk menggantikan esensi kemanusiaan dalam mendidik.



"Digitalisasi madrasah bukan sekadar memindahkan materi buku ke dalam layar gawai, melainkan mengubah budaya belajar menjadi lebih adaptif, cepat, dan terukur. Ketika guru menguasai pemanfaatan AI untuk menyusun bahan ajar, waktu kerja menjadi lebih efisien. Ruang waktu yang tersisa itulah yang digunakan guru untuk melakukan pendekatan personal dan menanamkan akhlak kepada siswa," jelas Mulyono.



Melalui pembekalan materi penyusunan kokurikuler oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Masfufah, lokakarya ini berhasil merumuskan draf implementasi kurikulum digital yang siap diterapkan pada tahun ajaran berjalan. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik menargetkan hasil nyata dari pelatihan tiga hari ini akan langsung dievaluasi secara berkala oleh tim pengawas guna memastikan terjadinya peningkatan mutu pengajaran secara riil di seluruh madrasah wilayah Kedamean.

Related Articles

Kemenag Gresik

Jalan Jaksa Agung Suprapto No.39 Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Jawa Timur  Kodepos 61111

2025 © All Rights Reserved

Jam Kerja

Senin - Kamis : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Jum'at : Pukul 07.30 WIB - 16.00 WIB
Sabtu & Minggu : Tutup