Gresik, 23 Juni 2026
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik secara nyata memperluas jangkauan kontribusi sosialnya demi kemaslahatan masyarakat luas. Melalui integrasi aksi kemanusiaan berupa santunan bagi anak yatim dan dhuafa serta pembekalan keterampilan pemulasaran jenazah syar’i, organisasi perempuan ini berkomitmen melahirkan kader-kader yang responsif terhadap kebutuhan spiritual dan kedaruratan sosial di lingkungan warga.
Langkah taktis yang digelar di Aula Al Ikhlas Kantor Kemenag Gresik pada Selasa (23/6) tersebut diawali dengan penyerahan santunan secara langsung kepada 10 anak yatim dan dhuafa. Langkah awal ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata sekaligus komitmen DWP dalam merajut jaring pengaman sosial, sebelum akhirnya melangkah pada penguatan kompetensi sakral keagamaan yang menjadi kebutuhan mendesak di tengah masyarakat.
Ketua DWP Kemenag Gresik, Masarin Natik Faiq menegaskan bahwa eksistensi organisasi ini memikul tanggung jawab moral yang besar dalam pembangunan karakter bangsa. Menurutnya, DWP bukan lagi sekadar wadah pendamping bagi aparatur sipil negara, melainkan motor penggerak kebaikan yang adaptif terhadap tantangan zaman dan selaras dengan program kemasyarakatan.
"Mari kita bertanggung jawab atas kegiatan DWP ini, kami ingin memastikan setiap program DWP Kemenag Gresik membawa manfaat konkret. DWP bukan hanya organisasi pendamping, melainkan bagian dari media untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Dengan kegiatan ini kami menempatkan anggota sebagai pelopor pelayanan kemanusiaan yang mampu hadir memberikan solusi langsung saat masyarakat membutuhkan," ujar Masarin Natik Faiq saat membuka forum rapat pleno tersebut.
Sejalan dengan penguatan peran sosial di luar, penataan kualitas moral dan profesionalisme internal institusi turut menjadi perhatian serius. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq meletakkan penekanan khusus pada penegakan disiplin waktu bagi elemen "Trisula Kemenag Gresik" yang meliputi Kantor Induk, Madrasah, dan Kantor Urusan Agama (KUA).
Kepala Kemenag Gresik mengibaratkan pentingnya asupan ilmu dan hikmah bagi aparatur negara laksana makanan bagi fisik manusia. Jiwa dan hati yang tidak mendapatkan asupan nilai spiritual melalui forum pembinaan dan kegiatan aktif, lambat laun akan mati dan berpotensi menurunkan kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, disiplin sederhana seperti datang dan pulang tepat waktu menjadi instrumen penting untuk memancarkan energi kerja yang positif demi melayani masyarakat secara prima.
Guna menghasilkan dampak yang aplikatif, pelatihan pemulasaran jenazah ini dipandu langsung oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Gresik, Fathoni. Para peserta diberikan edukasi komprehensif, mulai dari pemahaman fikih kematian hingga praktik langsung memandikan dan mengafani jenazah secara runtut sesuai syariat Islam. Materi ini mengupas tuntas tata cara pengurusan jenazah yang benar sesuai syariat Islam, mulai dari fase sebelum kematian hingga proses pemakaman. Melalui pemaparan materi ini, diharapkan seluruh anggota DWP dapat memperoleh ilmu yang memadai agar tidak canggung dan siap diterjunkan sebagai motor penggerak fardu kifayah di desa atau kelurahan masing-masing, sekaligus mampu memberikan penanganan yang terbaik dan penuh penghormatan apabila ada keluarga atau kerabat terdekat yang berpulang ke rahmatullah.
Kesuksesan acara yang berlangsung khidmat ini menjadi titik awal bagi DWP Kemenag Gresik untuk terus mengembangkan program-program berbasis kemaslahatan publik. Dengan keterampilan yang telah terstandarisasi, para anggota diharapkan dapat menjadi motor penggerak kebaikan di desa atau kelurahan masing-masing, sekaligus memperkokoh eksistensi Kemenag sebagai institusi yang peduli pada setiap fase kehidupan masyarakat, dari lahir hingga wafat. Rangkaian kegiatan yang diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota DWP ini ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah.