Akselerasi Kompetensi Guru MI, Kemenag Gresik Tekankan Penguatan Moderasi Agama dan Digitalisasi

Akselerasi Kompetensi Guru MI, Kemenag Gresik Tekankan Penguatan Moderasi Agama dan Digitalisasi

Gresik, 4 Juli 2026



Sebanyak 240 guru Madrasah Ibtidaiyah di Wilayah Kecamatan Dukun berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dengan mentransformasikan metode pengajaran konvensional menuju berbasis digital. Peningkatan kapasitas ini diarahkan untuk menciptakan ruang kelas yang lebih inovatif, humanis, dan bermakna guna mendongkrak daya saing serta mutu lulusan madrasah di era modern.



Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pelatihan intensif pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi yang berlangsung di Aula MI Ihyaul Ulum Dukun. Kegiatan ini mempertemukan para pendidik lintas generasi untuk menyelaraskan metode pengajaran dengan perkembangan zaman, sekaligus mengintegrasikannya dengan nilai-nilai karakter bangsa.



Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, saat membuka jalannya pelatihan menegaskan bahwa penguasaan teknologi komunikasi dan informasi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan fondasi utama dalam dunia pendidikan modern. Guru madrasah dituntut adaptif serta mampu memanfaatkan perangkat digital untuk mentransfer ilmu pengetahuan secara lebih efektif kepada peserta didik.



Kendati digitalisasi menjadi prioritas, Muhammad Ali Faiq mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tetap berjalan beriringan dengan penguatan karakter, terutama moderasi beragama. Menurutnya, nilai toleransi yang menghargai kearifan lokal di wilayah masing-masing harus tertanam kuat dalam setiap materi pengajaran.



"Moderasi beragama harus kita tekankan di lingkungan pendidikan formal sesuai dengan arahan Menteri Agama. Di samping itu, digitalisasi menjadi dasar utama ilmu di zaman modern ini. Oleh karena itu, jalin hubungan sosialisasi yang baik antar guru, pimpinan, dan rekan kerja agar ekosistem pendidikan kita tetap sehat," ujar Muhammad Ali Faiq di hadapan ratusan peserta.



Melalui penyelarasan ini, pengajaran di madrasah diharapkan tidak hanya menghasilkan siswa yang cerdas secara digital, melainkan juga memiliki keluhuran budi pekerti dan sikap menghargai perbedaan. Selain aspek teknologi dan moderasi, para guru juga dibekali pemahaman mengenai Program Percontohan Kurikulum Berbasis Cinta yang menitikberatkan pada pendekatan pedagogis yang inklusif dan penuh empati.



Sementara itu, Ketua KKMI Kecamatan Dukun, Nurus Shobah, mengapresiasi antusiasme tinggi para peserta. Kehadiran 240 guru dalam forum ini membuktikan adanya semangat kolektif yang kuat untuk terus berkembang demi masa depan generasi muda.



Nurus Shobah menyatakan bahwa dalam dunia pendidikan, proses belajar bersifat seumur hidup. Semangat untuk menyerap ilmu baru dan meningkatkan kompetensi profesional tidak boleh terhalang oleh faktor usia, karena tantangan yang dihadapi oleh para peserta didik di luar sana terus berkembang secara dinamis.



Pelatihan intensif ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan total durasi 20 jam pelajaran. Selama kegiatan, para peserta dibimbing langsung oleh fasilitator ahli untuk melakukan praktik mandiri pembuatan media pembelajaran interaktif digital, yang nantinya akan langsung diimplementasikan di ruang kelas masing-masing.

Related Articles

Kemenag Gresik

Jalan Jaksa Agung Suprapto No.39 Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Jawa Timur  Kodepos 61111

2025 © All Rights Reserved

Jam Kerja

Senin - Kamis : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Jum'at : Pukul 07.30 WIB - 16.00 WIB
Sabtu & Minggu : Tutup