Gresik, 25 Juni 2026
Ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas di Kabupaten Gresik kini tidak lagi sekadar menjadi penerima santunan pasif. Melalui ajang Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri, mereka tampil sebagai penggerak utama yang menunjukkan bakat serta karya nyata mulai dari pembawa acara, bernyanyi, hingga lantunan doa dan ayat suci Al Qur'an. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen besar Kementerian Agama dalam mewujudkan ruang yang setara dan berdaya bagi generasi inklusif.
Langkah transformatif ini diwujudkan dalam gerakan massal "Muharram Ceria: Anak Hebat, Anak Berbakat" pada Kamis (25/6/2026). Tidak hanya berpusat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) dan madrasah se-Kabupaten Gresik juga serentak menyelenggarakan kegiatan serupa di tempat masing-masing untuk memastikan jangkauan manfaat yang merata. Agenda rutin tahunan hasil kolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) ini terkoneksi langsung dengan pelaksanaan terpusat nasional yang dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Gresik, Nelly Afroh, menegaskan perubahan paradigma dalam perlakuan terhadap anak-anak istimewa ini. Menurutnya, esensi dari kegiatan ini adalah menempatkan mereka sebagai subjek aktif, bukan lagi objek seremonial. Dalam laporannya, tercatat sebanyak 110 anak yatim dan 10 anak disabilitas hadir mengikut rangkaian acara.
"Anak yatim dan disabilitas kini tidak hanya menjadi objek dalam setiap kegiatan, tetapi menjadi subjek dalam acara ini. Bentuk kepedulian kami semua selain santunan, adalah mengupayakan mereka untuk kreatif dan berdaya guna," ujar Nelly Afroh saat menyampaikan laporan panitia.
Kepedulian tersebut dibuktikan dengan dukungan penuh dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Induk, KUA, hingga madrasah se-Kabupaten Gresik yang berhasil mengumpulkan 840 paket bingkisan berupa perlengkapan sekolah dan makanan ringan. Sedangkan dari 10 Lembaga LAZ yang tergabung dalam FOZ dan Baznas Gresik berhasil mengumpulkan kurang lebih 110 bingkisan. Tidak hanya itu, acara ini juga menghadirkan showcase kerajinan tangan hasil karya anak-anak disabilitas dan yatim.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, memberikan apresiasi mendalam atas tingginya partisipasi dan kreativitas para peserta. Seluruh pengisi acara, mulai dari pembawa acara, pembaca ayat suci Al-Qur'an, hingga penampil di panggung kreasi, sepenuhnya diisi oleh anak-anak asuh binaan. Guna memberikan dampak berkelanjutan, pihak Kemenag berkomitmen menyerap produk kerajinan yang dipamerkan.
"Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan acara hari ini. Pengisi acara dari anak-anak yatim dan disabilitas terbukti mampu memotivasi mereka yang memiliki bakat terpendam agar bisa tersalurkan. Hasil kerajinan mereka pun akan kami dukung penuh, salah satunya dengan memfasilitasi agar bisa dititipkan di Koperasi Kemenag Gresik agar terus kreatif dan bernilai guna," jelas Muhammad Ali Faiq saat membuka acara secara resmi.
Sinergi kuat bersama Baznas dan 10 LAZ mitra termasuk Nurul Hayat, LazisMu, YDSF, BMH, Yatim Mandiri, LazisNu, DQ, Sahabat Mustahiq, Al Haromain, dan Yakindo dibawah naungan FOZ (Forum Organisasi Zakat), diharapkan membentuk sistem pendampingan yang berkesinambungan. Melalui integrasi program filantropi dan pemberdayaan ini, generasi inklusif di Kabupaten Gresik diproyeksikan mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, kompetitif, dan siap menghadapi masa depan.