Gresik, 19 Mei 2026
Dalam upaya mendongkrak kualitas pembelajaran anak usia dini, Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) Kabupaten Gresik menggelar Pelatihan Peningkatan Profesionalisme Guru. Mengusung tema "Hypnoteaching - Menginstal Hal-hal Baik Pada Sistem Pikiran Siswa", acara ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada Rabu dan Kamis, 20-21 Mei 2026, bertempat di Aula Al Ikhlas Kantor Kemenag Gresik.
Pelatihan psikologi pembelajaran ini dirancang khusus untuk memperkuat kompetensi pedagogik serta profesionalisme para pendidik. Agenda strategis tersebut dihadiri oleh 478 peserta yang terbagi menjadi dua gelombang, yang merupakan guru-guru RA bersertifikasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik. Acara dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Gresik, Masfufah, didampingi oleh tim dari Seksi Pendma. Sementara itu, laporan kegiatan dibacakan oleh Ketua Panitia KKRA Kedamean, Muslikawati.
Dalam sambutannya, Masfufah menyampaikan sejumlah poin krusial untuk kemajuan madrasah, di antaranya instruksi untuk memperluas KKG-RA di tingkat kecamatan, perbaikan tata kelola pencatatan administrasi, serta ajakan untuk belajar lebih mendalam mengenai pembelajaran digital melalui KBC (Kurikulum Berbasis Cinta). Masfufah juga mengingatkan kembali lima tugas pokok guru RA, yaitu merencanakan pembelajaran dalam bentuk modul, melaksanakan pembelajaran di kelas, melakukan asesmen, analisis, hingga program remidial. Selain itu, aspek kebudayaan lokal dan pengembangan kegiatan ekstrakurikuler diminta untuk terus dikembangkan agar karakter anak didik tetap mengakar pada kearifan lokal.
Melalui pendekatan hypnoteaching yang disampaikan oleh narasumber kita, Oktastika Badai Nirmala, para guru RA diharapkan tidak hanya mampu mentransfer ilmu secara konvensional, melainkan juga piawai dalam menanamkan nilai-nilai karakter positif langsung ke dalam alam bawah sadar siswa. Dengan suasana belajar yang menyenangkan dan persuasif, proses belajar-mengajar di lingkungan RA se-Kabupaten Gresik diyakini akan jauh lebih efektif, adaptif, dan menyentuh hati anak didik.