Gresik, 17 Mei 2026
Kantor Kemenag Gresik bersiap menghadiri agenda krusial pemantauan hilal (rukyatul hilal) guna menentukan awal bulan Dzulhijjah 1447 H. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas undangan resmi dari Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Gresik.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 17 Mei 2026, yang bertepatan dengan 29 Dzulqo'dah 1447 H. Proses pemantauan dimulai pukul 15.30 WIB dan dipusatkan di Balai Rukyat NU Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Lokasi ini merupakan salah satu titik strategis rukyah di wilayah Jawa Timur yang memiliki rekam jejak tinggi dalam keberhasilan melihat hilal.
Plt. Kepala Kantor Kemenag Gresik, Moh. Ali Faiq, memimpin langsung delegasi dari instansi pemerintah tersebut. Turut mendampingi, jajaran Tim Bimbingan Masyarakat Islam yang dipimpin oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Gresik, Abdul Ghofar. Hadir pula untuk berkolaborasi dalam kegiatan ini Kabid Urais Kanwil Kemenag Jatim Munir, Kasi Bimas Kemenag Surabaya Muhammad Yahya, perwakilan unsur PCNU Sifaul Qulub, serta perwakilan Kepala KUA dari se-Kabupaten Gresik dan se-Kota Surabaya.
Kehadiran jajaran pimpinan ini bertujuan untuk mengawal, memfasilitasi, sekaligus memastikan seluruh proses teknis pencarian hilal di lapangan berjalan dengan aman, tertib, dan akurat. Sinergi ini penting untuk memberikan kepastian hukum fikih bagi masyarakat luas dalam menjalankan ibadah.
"Kehadiran kami bersama adalah bentuk komitmen sinergi antara umara dan ulama, sekaligus memastikan bahwa proses pemantauan hilal ini berjalan dengan standar operasional yang baik," ujar Moh. Ali Faiq.
Hasil pengamatan dari Balai Rukyat Condrodipo ini nantinya akan langsung dilaporkan kepada Kementerian Agama RI di Jakarta. Data tersebut akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam Sidang Isbat penentuan Hari Raya Idul Adha 1447 H, sehingga masyarakat mendapatkan informasi keagamaan yang valid dan terverifikasi secara resmi oleh negara.