Gandeng Penyuluh Kemenag Gresik, Smamio Bekali Siswa Kelas XII Kematangan Emosional dan Spiritual Lewat Inspiring Talk

Gandeng Penyuluh Kemenag Gresik, Smamio Bekali Siswa Kelas XII Kematangan Emosional dan Spiritual Lewat Inspiring Talk

Gresik, 22 Mei 2026

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik terus berkomitmen mendampingi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya dalam hal penguatan karakter dan kesiapan mental pra-nikah. Melalui kepanjangan tangannya, Kemenag Gresik bersinergi dengan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) untuk menggelar kegiatan Inspiring Talk yang ditujukan bagi seluruh siswa kelas XII pada Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Masjid Al Mizan Smamio ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan dinamika psikologis generasi muda saat ini, yaitu “Self Love First: Mengenal Diri Sendiri Sebelum Mengenal Pelaminan.” Agenda ini dirancang sebagai bagian dari pembekalan komprehensif bagi para siswa menjelang kelulusan, agar mereka tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan spiritual saat melangkah ke jenjang perkuliahan maupun kehidupan bermasyarakat.

Untuk membedah tema besar tersebut dari sudut pandang agama, regulasi, dan sosial, Smamio menghadirkan dua narasumber kompeten dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Keduanya adalah Mas’ud, S.Sos.I. dan H. Nailul Muna, Lc., M.Pd., yang sehari-hari bertugas sebagai Penyuluh Agama Islam.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Smamio, Ulyatun Nikmah, M.Pd. Dalam arahannya, ia menganalogikan kegiatan ini sebagai pemenuhan gizi batin bagi para anak didiknya yang akan segera meninggalkan bangku sekolah menengah.

“Hari ini adalah sarapan spiritual sekaligus pembekalan hidup untuk anak-anakku sekalian. Ingatlah untuk selalu menjadi orang yang baik, karena setiap kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada diri kita sendiri. Jaga selalu attitude, kuatkan ibadah, dan bentengi diri dengan akhlak mulia,” pesan Ulyatun di hadapan ratusan siswa. Pihak sekolah berharap, lewat sinergi bersama Kemenag Gresik ini, para lulusan Smamio mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh serta akhlakul karimah di tengah derasnya arus modernisasi.

Memasuki sesi pertama, Penyuluh Agama Islam Kemenag Gresik, Mas’ud, S.Sos.I., langsung memantik perhatian siswa dengan menegaskan bahwa masa remaja adalah fase krusial. Pada fase transisi ini, remaja kerap mengalami krisis identitas dan ketidakstabilan emosi, sehingga memerlukan pendampingan yang tepat agar tidak salah arah dalam menentukan masa depan. Menariknya, Mas’ud juga memanfaatkan momentum ini untuk meluruskan persepsi publik yang selama ini kurang tepat mengenai Kantor Urusan Agama (KUA).

“KUA bukan sekadar tempat pencatatan pernikahan. Lebih dari itu, KUA melayani berbagai pelayanan keagamaan yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari,” jelas Mas’ud meluruskan stereotip yang berkembang. Ia memaparkan bahwa program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) seperti ini merupakan salah satu fungsi vital Kemenag dan KUA dalam mengedukasi masyarakat. Ada empat poin utama yang ditekankan Mas’ud kepada para siswa:

- Remaja wajib memiliki life skill (keterampilan hidup) dan arah masa depan yang terencana dengan jelas.

- Pentingnya kesadaran untuk menunda pernikahan dini demi kesiapan mental, fisik, dan ekonomi.

- Menjaga pergaulan dengan bijak serta selektif dalam memilih lingkungan pertemanan yang sehat.

- Menumbuhkan sikap kritis agar tidak mudah percaya pada hoaks dan informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Tujuan utama bimbingan remaja ini adalah memberikan pembekalan life skill, mengedukasi pentingnya menunda usia perkawinan dini, dan menyiapkan masa depan yang matang,” imbuhnya.

Pada sesi berikutnya, materi dilanjutkan oleh H. Nailul Muna, Lc., M.Pd. Ia mengupas tuntas esensi tema dari sudut pandang spiritual, yakni bagaimana memahami dan mencintai diri sendiri (self love) sebelum melangkah ke jenjang pernikahan yang sakral. Nailul menjelaskan bahwa tren istilah self love di kalangan generasi muda saat ini sebenarnya sejalan dengan ajaran Islam, namun dengan batasan yang jelas. Dalam Islam, self love bukan berarti egois atau bebas tanpa batas, melainkan sebuah ikhtiar untuk menjaga kehormatan diri (muru'ah), mengenali potensi terbaik yang diberikan Allah, serta membentengi pergaulan agar tetap berada di koridor syariat.

Menurutnya, pemahaman diri yang baik akan menjadi modal utama bagi remaja untuk mengambil keputusan hidup secara lebih matang, rasional, dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan para siswa agar senantiasa menjaga batasan pergaulan dan tidak terjebak pada perilaku negatif yang dapat merusak masa depan mereka sendiri.

Melalui kolaborasi edukatif ini, Kantor Kemenag Gresik bersama Smamio berharap para calon alumni ini tidak hanya sekadar lulus, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi generasi emas yang siap menghadapi dinamika kehidupan dengan fondasi ilmu yang luas, kematangan emosional yang stabil, serta benteng akhlak yang kokoh.

Related Articles

Kemenag Gresik

Jalan Jaksa Agung Suprapto No.39 Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Jawa Timur  Kodepos 61111

2025 © All Rights Reserved

Jam Kerja

Senin - Kamis : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Jum'at : Pukul 07.30 WIB - 16.00 WIB
Sabtu & Minggu : Tutup